Aku menjadi jengah mengingat kejadian tadi siang. Memang diakui akupun terhanyut dibuai permainan Martinus. Aku hanya diam memejamkan mataku dan menarik nafas dalam-dalam sekedar menenangkan perasaanku yang tidak karuan.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

Pada malam hari bel pintu berbunyi. Kupikir suamiku sudah pulang, aku buru-buru membukakan pintu. Betapa terkejutnya aku melihat Martinus datang dengan membawa seorang teman yang berbadan tegap.

“Selamat malam nyonya…..aku membawakan teman yang akan membuat nyonya merasakan sensasi yang luar biasa.” Martinus menyeringai kepadaku sedangkan temannya senyum-senyum menyebalkan.

“Bagaimana nyonya, bukankah sudah saya katakan untuk menikmati saja sensasi kenikmatan yang kami tawarkan daripada melaporkan kami kepada pihak yang berwajib. Saya melihat nyonya begitu bernafsu dan sangat menikmatinya juga, bukan?.”

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

Aku menjadi jengah mengingat kejadian tadi siang. Memang diakui akupun terhanyut dibuai permainan Martinus. Aku hanya diam memejamkan mataku dan menarik nafas dalam-dalam sekedar menenangkan perasaanku yang tidak karuan.

Tiba-tiba aku mendorongnya maka ia terjatuh, dan kesempatan ini aku melarikan diri menuju pintu kamar mandi. Aku pikir untuk melarikan diri menuju kamar mandi dan mengunci diriku dari Martinus dan temannya.
Tapi tiba-tiba tangan Martinus sudah menangkapku dan memelukku dengan erat.

“Hentikan……..aku tidak mau melakukannya.” aku berteriak-teriak tetapi temannya Martinus malah mengamati aku dengan napsu.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

“Kamu benar-benar membuatku bernafsu, bagaimana mungkin aku membiarkan wanita yang sangat menggairahkan pergi?” .

“Sebaiknya nyonya jangan banyak bertingkah, berteriakpun percuma… lebih baik layani aku dan Bernabas. Ha… ha… ha…” Martinus menyeringai.

“Lepaskan aku… lepaskan aku…” aku berusaha meronta, tapi Martinus mengangkat tubuhku dan membawaku ke kamar tidurku yang telah digunakan tadi siang. Dengan mudahnya dia melemparku ke atas ranjang.

Aku sangat terkejut dengan perkembangan keadaan ini. Mereka akan memperkosa aku seperti ini. Tetapi apa yang aku bisa lakukan? Sekarang kami semua berada di kamar tidurku.

Bernabas mendekat dan merobek pakaianku dan menarik paksa BH dan CD yang ku kenakan sehingga payudaraku terlihat jelas. Aku menyesal hanya mengenakan pakaian daster sehingga memudahkan mereka melampiaskan nafsunya. Aku malu sekali terlihat bagian- bagian rahasia di hadapan orang-orang selain suamiku.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

“wow…payudara yang indah, nyonya sungguh mempunyai anugerah yang tak terhingga.” kata Bernabas.
“Aku suka sekali payudara yang besar dan putih mulus tanpa cacat.” Bernabas melanjutkan.
“Kita beruntung mendapatkan buruan seperti ini…” Martinus menyahut.

Kemudian tangan Martinus menggerayangi susuku dan meremas-remasnya kedua payudaraku. Martinus menisap-isap putting susuku dengan penuh nafsu, dan Bernabas mulai menggerayangi perut dan pahaku. Tiba-tiba terasa tangannya yang kasar memasuki celah sempit di vaginaku. Kini aku mengerti mereka akan berusaha merangsangku.

“Ampun…..jangan lakukan ini kepadaku “aku memohon belas kasih mereka, tetapi mereka tidak menunjukkan sedikitpun rasa simpati, malah wajah mereka menunjukan kebuasan nafsu birahi. Mereka dengan cekatan telah melepaskan pakaian mereka masing-masing.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

Penis Martinus sudah kulihat dan kunikmati tadi siang, tetapi sekarang aku terkejut melihat Penis Bernabas yang luar biasa, panjangnya sekitar 18 cm dan kelihatan berurat-urat. Aku makin gemetar ketakutan sekaligus rasa aneh yang menjalar seakan-akan ingin merasakan sensasi penis besar milik Bernabas. Wajahku terasa panas. “Ah, Mas Iwan… maafkan aku.”

Tanganku telah ditangkap oleh Martinus dan payudaraku kembali diisapnya. Bernabas memegang pinggangku dan menaruh burungnya di lubang pantat ku.

“Jangan… jangan disitu… tolong..” Aku menjerit-jerit kesakitan merasakan dorongan penis Bernabas dari belakang.

“Nyonya jangan cemas…akan sedikit menyakitkan…tetapi setelah itu kamu akan menikmatinya.” Bernabas berkata kepadaku dengan senyum sinis.

“Bukankah tadi siang memekmu telah dipakai oleh Martinus, maka aku ingin mencicipi pantatmu yang kuyakin tidak pernah terpakai, masih perawan… ha.. ha… ha..”

Tak lama aku berteriak kesakitan tetapi secepat aku membuka mulutku untuk menangis sopirku memasukkan burungnya di dalam mulutku dan aku tidak bisa menangis.

Sementara itu Bernabas menaruh penisnya pada lubang pantat ku dan menarik pinggangku ke arahnya. Dia tetapi tidak bisa memasukkan burungnya ke dalam lubang pantatku yang sakit.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

“Martinus…apakah kamu punya mentega di dapur sebab lubangnya sangat sempit” Bernabas bertanya
“Wah beruntung sekali kau mendapatkan cewek perawan…..ambillah sendiri di dapur.” Martinus malah tertawa. Bernabas lalu pergi menuju dapur.

“Martinus, tolong lepaskan aku….Aku tidak sanggup lagi.” Aku memelas pada Martinus.
“Nyonya…tenang saja dan nikmati. Bukankah nyonya sudah tahu bahwa nyonya sudah lama kami idam-idamkan untuk dinikmati oleh kami. Aku adalah sopirmu dan Bernabas adalah seorang sopir truk.

Dalam hidup kami jarang-jarang memiliki kesempatan mendapatkan wanita menggairahkan seperti kamu! Maka bagaimana mungkin kami akan tinggalkan?” Martinus malah menjawab dengan senyum kemenangan.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

Kemudian kusadari tidak ada cara lain dan tak seorangpun dapat menyelamatkanku. Maka aku berfikir untuk menikmatinya saja seperti yang diucapkan Martinus kepadaku.

Aku sudah merasa kepalang basah, kenapa tidak dinikmati saja sekalian, toh akupun merasakan kenikmatan yang tiada tara dengan Martinus tadi siang. Aku merubah posisiku seperti seorang pelacur, aku tidak peduli lagi.

Martinus mulai bertindak dengan pekerjaannya Martinus yang tertunda. Dia meremas-remas payudaraku, kemudian Bernabas yang baru datang mengoleskan mentega pada lubang pantatku dan mengolesi burungnya juga.

Kemudian ia memposisikan burungnya pada lubang pantatku dan dengan beberapa tekanan dia berusaha menerobos lubang pantatku. Aku merasakan sangat sakit tetapi aku sudah tidak melawan lagi. Bernabas mendorong paksa burungnya dan posisi Martinus di depanku membuatku terdorong mundur. Aku merasakan sesuatu yang besar dan kuat berada di pantatku.

“Auh… sakit… ampun…” aku melepaskan penis Martinus dari mulutku. Bernabas sengaja mendiamkan burungnya beberapa saat membiarkanku agar terbiasa. Setelah beberapa menit Bernabas mulai mendorong lagi penisnya.

“Auh…. Jangan…” aku berteriak kembali, rasanya sangat sakit. Seluruh penis Bernabas telah masuk dan merobek pantatku, terasa ada sedikit darah mengalir dari lubang pantatku. Aduh! Kontolnya itu sangat besar sehingga terasa sangat ketat di lubang pantatku!

“Auhh.. aduh… aduh… tolong.. aku akan mati… Kau merobek pantatku.. rasanya punggungku mau patah… Kau Bajingan!” Aku menjerit dengan suara nyaring tetapi mereka berdua hanya diam dan mulai beraksi lagi.

“Sekarang kontolku sudah masuk, Martinus… kamu boleh meninggalkan aku sekarang.” Bernabas berkata pada Martinus. Martinus hanya menganguk.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

“Baiklah, aku akan menonton pertunjukanmu….Nyonya, sekarang anda adalah bagiannya.” Martinus sekali lagi mencium payudaraku dan meninggalkanku. Dia duduk di kursi meja hias dan menonton perbuatan Bernabas terhadapku. Sekarang aku sepenuhnya dipermainkan oleh Bernabas.

“Kau kekasihku sekarang, aku akan membuatmu merasakan sensasi yang sangat menyenangkan…aku akan membuatmu ketagihan…kau akan jadi pelacurku.” Bernabas sesumbar.

“Sudahlah…kumohon keluarkan penismu…aku tak tahan lagi….Sakit… Rasanya aku hampir mati” terasa air mataku menitik.

“Aku tidak akan membiarkanmu mati….Nikmati saja…sebentar lagi akan terasa lebih nikmat.” Bernabas berbisik sambil menjilat telingaku.Dia lalu meraih payudaraku dan meremasnya.

Kemudian ia mencabut burungnya separuh, lalu mendorong dengan kekuatan besar.
“Jangan….Tolong hentikan..aku mau mati….Hentikan sebentar….sakit!” Aku mulai menangis tetapi ia tidak mendengarkanku dan tetap menggenjot pantatku dengan penuh nafsu. Aku roboh! Bernabas tetap memperkosaku tanpa mendengarkan aku dan dia memegang pinggul ku dengan tangan nya dan menggenjotku dengan cepat.

Selama memperkosaku, burungnya menyentuh bagian sensitifku dan membuatku merasakan getaran-getaran lembut dan menyenangkan. Aku mulai berpikir lagi, dalam kondisi tanpa pengharapan dan tak seorangpun dapat menolongku, mengapa aku tidak sekalian saja menikmati penis super ini.

Pelan-pelan aku mulai menikmati gesekan penis Bernabas pada pantatku, aku mulai menggoyangkan pinggulku. Kelihatannya Bernabas menyadari perubahan dalam diriku.

“Ayoo sayang…nikmati….Auh…enak sekali…betapa sesaknya pantatmu..”

Aku menggoyangkan lagi pinggulku, rasa sakit yang terima tadi kini berangsur-angsur tidak terasa lagi. Bernabas kini meningkatkan kecepatannya dan aku juga. Payudaraku menggantung mondar mandir akibat genjotan Bernabas. Kurasakan penis Bernabas sangat keras dan kuat di dalam pantatku.

“Lihat…sekarang nyonya mulai menyukainya kan.” Martinus berkomentar kepadaku.
Bernabas terus menggenjot pantatku, aku mulai menyukai permainannya.

“Bernabas…kau memang luar biasa..kau bisa menaklukkan wanita manapun. Aku salut padamu.” Martinus malah terkagum-kagum pada Bernabas.

“Sebentar lagi, nyonya akan jadi pelacur kami.” Martinus tertawa.
“Kurang ajar….” Hatiku berteriak tetapi badanku masih bergerak-gerak mengikuti irama genjotan penis Bernabas.

“Auhh… ohh…” aku merintih-rintih tak sadar. Tangan Bernabas meremas-remas payudaraku dengan lembut. Rabaan tangannya membuatku makin terangsang. Perlahan-lahan tangannya bergeser ke bagian kewanitaanku.

Jari-jarinya dengan kasar menyentuh vaginaku. “Ohhh……Hmmm…….” Tanpa sadar aku menggigil dan merintih. Aku merasakan kenikmatan yang lain dalam diriku. Jari-jarinya bermain-main di clitorisku.

Darahku seperti berkumpul di titik sensitif itu.“Auhh…enak….Hmmm…Ohh….Nikm at…” tak tahan aku dibuatnya. Tubuhku rasanya semakin melayang-layang. Setelah beberapa saat, tubuhku menegang dan berkelojotan sesaat. Air maniku tumpah… aku orgasme.

“Teruskan sayang… jangan ditahan… aku akan memberikan kebahagiaan untukmu.” Antara sadar dan tidak akau mendengar Bernabas berbisik ditelingaku.

Dalam permainan ini aku berkali-kali aku orgasme, tapi sepertinya Bernabas mempunyai stamina yang luar biasa. Aku merasa kelelahan tetapi bahagia, setelah 25 menit kemudian tiba-tiba terasa penis Bernabas mengeras. Jari-jarinya makin menekan clitorisku.

“Ohh…. Aku keluar…” akhirnya Bernabas berteriak.
“Ohh…nikmatnya… keluarkan didalam saja, teruskan… jangan keluarkan kontolmu.” Aku tak sadar setengah berteriak. Bernabas tertawa dengan penuh kemenangan. Cairan hangat memasuki lubang pantatku.
“Auhhh…….” `Akupun orgasme bersamanya. Rasanya nikmat sekali. Bernabas masih menduduki pantatku beberapa saat lalu mencabut burungnya. “Ploop….” Terdengar bunyinya. Martinus dan Bernabas tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

Aku menghembuskan nafasku dan merasa sangat nikmat. Sekarang jam 3 malam. Tadi siang aku merasakan kenikmatan bersama Martinus. Dan malam ini aku merasakan kenikmatan bersama Bernabas. Aku menjadi sangat ketagihan. Selma ini aku hanya mendapat kepuasan dari suamiku. Tapi sekarang, aku sepertinya keranjingan berhubungan sex. Aku ingin mendapatkan lebih. Aku ingin yang lebih mengasyikkan….

“Martinus, aku akan istirahat……. Aku sungguh sangat puas” Bernabas berkata.
“Nyonya, anda sungguh sangat mengagumkan” Aku tersenyum mendengar pujian dari Bernabas.
“Istirahatlah…” Martinus menjawab.

“Tunggu dulu….” Setengah berteriak aku kepada mereka berdua. Mereka menatap wajahku dengan heran.
“Kau telah memperkosa lubang pantatku, aku telah memberikannya. Tapi sekarang aku ketagihan.Aku ingin merasakan kontol 18 cm itu dalam memekku. Aku ingin merasakan kontol besar punyamu” Aku telah gila,aku tak peduli lagi siapapun yang akan memperkosaku, malah aku ketagihan.

cerita dewasa cerita panas cerita sex di www.ceritadewasa.freesexonly.net

Martinus berteriak padaku “Nah, lihat…. aku berjanji akan memberimu kesenangan yang terbaik di dunia.”
“Dia benar….tinggalkanlah kami berdua, aku akan menikmati tubuhnya. Dia akan menjadi pelacur bagiku malam ini. Dan besok aku akan tinggalkan nyonyamu sebagai wanita yang sangat haus sex.” Dengan tenang Bernabas berkata pada Martinus. Martinus sambil tertawa pergi ke ruang tamu kemudian Bernabas menutup pintu.