08.11
In cerita dewasa ,Cerita Panas | Tags: cerita 17 tahun, cerita bugil, cerita dewasa, cerita panas, cerita panaz, cerita seks daun muda, cerita sex abg
Cerita Dewasa Pemuas nafsu sex majikan muda.. Stevany sekarang telah berdiri di sampingku dan tangannya sibuk menelusuri tubuhku. Ditariknya rambutku dan diciumnya bibirku dengan penuh nafsu. Lidahnya menerobos masuk ke dalam mulutku. Sambil berciuman dibukanya kancing baju seragamnya sehingga tampak buah dadanya yang tidak terlalu besar, tetapi tampak padat.
“Ohh.., terus dong Pak yang cepat”, Non Vebry mengerang makin hebat. Tak berapa lama terasa cairan hangat membasahi penisku.
“Non.., saya juga hampir keluar..”, kataku.
“Tahan sebentar Pak.., keluarin dimulutku..”, kata Non Vebry.
cerita dewasa cerita sek cerita panas hanya di www.ceritadewasa.freesexonly.net
Aku bekerja sebagai seorang sopir untuk pengusaha WNI kaya di Surabaya. Namaku Bambang, umurku 25 tahun, dan berasal dari Malang. Aku sudah bekerja selama 3 tahun pada juraganku ini, dan aku sedang menabung untuk melanjutkan kuliahku yang terpaksa berhenti karena kurang biaya. Wajahku sih kata orang ganteng, ditambah dengan tubuh atletis dan kekar berkat latihan beban yang sangat aku gemari. Banyak teman SMA-ku yang dulu bilang, seandainya aku anak orang kaya, pasti sudah jadi play boy kelas berat. Memang ada beberapa teman cewekku yang dulu naksir padaku, tetapi tidak aku tanggapi. Mereka bukan tipeku. Entah mengapa, aku paling suka dengan wanita keturunan. Paling tidak tahan aku kalau melihat kulit mereka yang putih mulus, ingin rasanya merasakan kelembutannya.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
Mungkin memang sudah normal bila seseorang tertarik dengan ras yang lain. Juraganku punya seorang anak tunggal, gadis berumur 17 tahun, kelas 2 SMA favorit di Surabaya. Namanya Vebry. Tiap hari aku mengantarnya ke sekolah. Aku kadang hampir tidak tahan melihat tubuh Vebry yang seksi sekali. Tingginya kira-kira 170 cm, dan payudaranya besar dan kelihatannya kencang sekali. Ukurannya kira-kira 36C. Ditambah dengan penampilannya dengan rok mini dan baju seragamnya yang tipis, membuatku ingin sekali menyetubuhinya. Setiap kali mengantarnya ke sekolah, ia duduk di bangku depan di sampingku, dan kadang-kadang aku melirik melihat pahanya yang putih mulus dengan bulu-bulu halus atau pada belahan payudaranya yang terlihat dari balik seragam tipisnya itu.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
Tapi aku selalu ingat, bahwa dia adalah anak juraganku. Bila aku macam-macam bisa dipecatnya aku nanti, dan angan-anganku untuk melanjutkan kuliah bisa berantakan. Siang itu seperti biasa aku jemput dia di sekolahnya. Mobil BMW biru metalik aku parkir di dekat kantin, dan seperti biasa aku menunggu Non-ku di gerbang sekolahnya.
Tak lama dia muncul bersama teman-temannya.
“Siang, Non.., mari saya bawakan tasnya”.
“Eh.., Pak, udah lama nunggu?”, katanya sambil mengulurkan tasnya padaku.
“Barusan kok Non..”, jawabku.
“Veb.., ini toh supirmu yang kamu bicarain itu. Lumayan ganteng juga sih.., ha.., ha..”, salah satu temannya berkomentar. Aku jadi rikuh dibuatnya.
“Hus..”, sahut Non-ku sambil tersenyum. “Jadi malu dia nanti..”.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
Segera aku bukakan pintu mobil bagi Non-ku, dan temannya ternyata juga ikut dan duduk di kursi belakang.
“Kenalin nih Pak, temanku”, Non-ku berkata sambil tersenyum. Aku segera mengulurkan tangan dan berkenalan.
“Bambang”, kataku sambil merasakan tangan temannya yang lembut.
“Stevany”, balasnya sambil menatap dadaku yang bidang dan berbulu.
“Pak, antar kita dulu ke rumah Stevany di Darmo Permai”, instruksi Non Vebry sambil menyilangkan kakinya sehingga rok mininya tersingkap ke atas memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
“Baik Non”, jawabku. Tak terasa penisku sudah mengeras menyaksikan pemandangan itu. Ingin rasanya aku menjilati paha itu, dan kemudian mengulum payudaranya yang padat berisi, kemudian menyetubuhinya sampai dia meronta-ronta.., ahh.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
Tak lama kitapun sampai di rumah Stevany yang sepi. Rupanya orang tuanya sedang ke luar kota, dan merekapun segera masuk ke dalam. Tak lama Non Vebry ke luar dan menyuruhku ikut masuk.
“Saya di luar saja Non”.
“Masuk saja Pak.., sambil minum dulu.., baru kita pulang”.
Aku pun mengikuti perintah Non-ku dan masuk ke dalam rumah. Ternyata mereka berdua sedang menonton VCD di ruang keluarga.
“Duduk di sini aja Pak”, kata Stevany menunjuk tempat duduk di sofa di sebelahnya.
“Ayo jangan ragu-ragu..”, perintah Non Vebry melihat aku agak ragu.
“Mulai disetel aja Van”, Non Vebry kemudian mengambil tempat duduk di sebelahku.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
Tak lama kemudian.., film pun dimulai.., Wowww.., ternyata film porno. Di layar tampak seorang pria negro sedang menyetubuhi dua perempuan bule secara bergantian. Napas Non Vebry di sampingku terdengar memberat, kemudian tangannya meremas tanganku. Akupun sudah tidak tahan lagi dengan segala macam cobaan ini. Aku meremas tangannya dan kemudian membelai pahanya. Tak berapa lama kemudian kami pun berciuman. Aku tarik rambutnya, dan kemudian dengan gemas aku cium bibirnya yang mungil itu.
“Hmm.. Eh”, Suara itu yang terdengar dari mulutnya, dan tanganku pun tak mau diam beralih meremas-remas payudaranya.
Kubuka kancing seragamnya satu persatu sehingga tampak bongkahan daging kenyal yang putih mulus punya Non-ku itu. Aku singkap BH-nya ke bawah sehingga tampaklah putingnya yang merah muda dan kelihatan sudah menegang.
“Ayo.., hisap Pak.., ahh”. Tak perlu dikomando lagi, langsung aku jilat putingnya, sambil tanganku meremas-remas payudaranya yang sebelah kiri. Aku tidak memperhatikan apa yang dilakukan temannya di sebelah, karena aku sedang berkonsentrasi untuk memuaskan nafsu birahi Non Vebry. Setelah puas menikmati payudaranya, akupun berpindah posisi sehingga aku jongkok tepat di depan selangkangannya. Langsung aku singkap rok seragam SMA-nya, dan aku jilat CD-nya yang berwarna pink. Tampak bulu vaginanya yang masih jarang menerawang di balik CD-nya itu.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
“Ayo, jilatin memekku Pak”, Non Vebry mendesah sambil mendorong kepalaku. Langsung aku sibak CD-nya yang berenda itu, dan kujilati kemaluannya.
“Ohh.., nikmat sekali..”, erangan demi erangan terdengardari mulut Non-ku yang sedang aku kerjai. Benar-benar beruntung aku bisa menjilati kemaluan seorang gadis kecil anak konglomerat. Tanganku tak henti mengelus, meremas payudaranya yang besar dan kenyal itu.
“Aduh, cepetan dong, yang keras.., aku mau keluar.., ehhmm ohh..”. Tangan Non Vebry meremas rambutku sambil badannya menegang. Bersamaan dengan itu keluarlah cairan dari lubang vaginanya yang langsung aku jilat habis. Akupun berdiri dan membuka resleting celanaku. Tapi sebelum sempat aku buka celanaku, Non Vebry telah ambil alih.
“Biar saya yang buka Pak”, katanya.
Tangannya yang mungil melepas kancing celana jeansku, dan membantuku membukanya. Kemudian tangannya meremas-remas penisku dari luar CD-ku. Dijilatinya CD-ku sambil tangannya meremas-remas pantatku. Akupun sudah tak tahan lagi, langsung aku buka CD-ku sehingga penisku yang berukuran 20 cm dan sudah tegak, bergelantung ke luar.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
“Ih, besar sekali”, desis Non Vebry, sambil tangannya mengelus-elus penisku. Tak lama kemudian dijilatinya buah pelirku terus menyusuri batang kemaluanku. Dijilatinya pula kepala penisku sebelum dimasukkannya ke dalam mulutnya. Aku remas rambutnya yang berbando itu, dan aku gerakkan pantatku maju mundur, sehingga aku seperti menyetubuhi mulut anak juraganku ini. Rasanya luar biasa.., bayangkan.., penisku yang berukuran 20 cm itu dan berwarna hitam legam sedang dikulum oleh mulut seorang gadis manis. Pipinya yang putih tampak menggelembung terkena batang kemaluanku.
“Punyamu besar sekali Pak.., saya suka.., ehmm..”, katanya sambil kemudian kembali mengulum kemaluanku.
Setelah kurang lebih 10 menit Non Vebry menikmati penisku, dia suruh aku duduk di sofa. Kemudian dia menghampiriku sambil membuka seluruh pakaiannya sehingga dia tampak telanjang bulat. Di naikinya pahaku, dan diarahkannya penisku ke liang vaginanya.
“Ayo.., setubuhi saya..”, katanya memberi instruksi, aku tahu dia ingin merasakan nikmatnya penisku yang besar itu. Diturunkannya pantatnya, dan peniskupun masuk perlahan ke dalam liang vaginanya.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
Kemaluannya masih sempit sekali sehingga masih agak sulit bagi penisku untuk menembusnya. Tapi tak lama masuk juga separuh dari penisku ke dalam lubang kemaluan anak juraganku ini.
“Ahh.., yeah.., sekarang masukin deh penis bapak yang besar itu di memekku”, katanya sambil naik turun di atas pahaku. Tangannya meremas dadanya sendiri, dan kemudian disodorkannya putingnya untukku.
“Yah, begitu dong Pak”, Tak perlu aku tunggu lebih lama lagi langsung aku lahap payudaranya yang montok itu. Sementara itu Non Vebry masih terus naik turun sambil kadang-kadang memutar-mutar pantatnya, menikmati penis besar sopirnya ini.
“Sekarang setubuhi saya dalam posisi nungging..”, instruksinya. Diapun turun dan menungging menghadap ke sofa.
“Ayo Pak.., setubuhi saya dari belakang”, Non Vebry menjelaskan maksudnya padaku. Aku pun segera berdiri di belakangnya, dan mengelus-elus pantatnya yang padat.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
Kemudian kuarahkan penisku ke lubang vaginanya, tetapi agak sulit masuknya. Tiba-tiba tak kusangka ada tangan lembut yang mengelus penisku dan membantu memasukkannya ke liang vagina Non Vebry. Aku lihat ke samping, ternyata Stevany, yang membantuku menyetubuhi temannya. Dia tersenyum sambil mengelus-elus pantat dan pahaku.
Aku langsung menyetubuhi Non Vebry dari belakang. Kugerakkan pantatku maju mundur, sambil memegang pinggul Nonku.
“Ahh.., Pak.., Pak.., Terus.., nikmat sekali”, Non Vebry mengerang nikmat. Tubuhnya tampak berayun-ayun, dan segera kuremas dari belakang. Kupilin-pilin puting susunya, dan erangan Non Vebry makin hebat.
Stevany sekarang telah berdiri di sampingku dan tangannya sibuk menelusuri tubuhku. Ditariknya rambutku dan diciumnya bibirku dengan penuh nafsu. Lidahnya menerobos masuk ke dalam mulutku. Sambil berciuman dibukanya kancing baju seragamnya sehingga tampak buah dadanya yang tidak terlalu besar, tetapi tampak padat.
“Ohh.., terus dong Pak yang cepat”, Non Vebry mengerang makin hebat. Tak berapa lama terasa cairan hangat membasahi penisku.
“Non.., saya juga hampir keluar..”, kataku.
“Tahan sebentar Pak.., keluarin dimulutku..”, kata Non Vebry.
Cerita Dewasa – Yang paling hot hanya ada di ceritadewasa.freesexonly.net
Non Vebry dan Stevany berlutut di depanku, dan Stevany yang sejak tadi tampak tak tahan melihat kami bersetubuh di depannya, langsung mengulum penisku di mulutnya. Sementara itu Non Vebry menjilat-jilat buah pelirku. Mereka berdua bergantian mengulum dan menjilat penisku dengan penuh nafsu. Akupun sibuk membelai rambut kedua remaja ini, yang sedang memuaskan nafsu birahi mereka.
“Ayo, goyang yang keras Pak..”, Non Vebry memberiku instruksi sambil menelentangkan tubuhnya di atas karpet ruang keluarga.
“Ayo penisnya taruh di sini Pak”, kata Non Vebry lagi. Akupun segera menaruh berlutut di atas dada Non-ku dan menjepit penisku di antara dua bukit kembarnya. Segera aku maju mundurkan pantatku, sambil tanganku mengapitkan buah dadanya.
“Oh, nikmat sekali..”.
Sementara Stevany sibuk mengelap tubuhku yang basah karena keringat. Tak berapa lama kemudian, akupun tak tahan lagi. Kuarahkan penisku ke dalam mulut Non Vebry, dan dikulumnya sambil meremas-remas buah pelirku.
“Ahh.., Non.., ahh”, jeritku dan air maniku pun menyembur ke dalam mulut mungil Non Vebry. Aku pun tidur menggelepar kecapaian di atas karpet, sementara Non Vebry dan Stevany sibuk menjilati bersih batang kemaluanku.
Setelah itu kamipun sibuk berpakaian, karena jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Orang tua Vebry termasuk orang tua yang strict pada anaknya, sehingga bila dia pulang telat pasti kena marah. Di mobil dalam perjalanan pulang, Vebry memberiku uang Rp 100.000,-.
“Ambil Pak, buat uang rokok, Tapi janji jangan bilang siapa-siapa tentang yang tadi ya”, katanya sambil tersenyum. Akupun mengangguk senang.
“Besok kita ulangi lagi ya Pak.., soalnya Stevany minta bagian”.
Demikian kejadian ini terus berlanjut. Hampir setiap pulang sekolah, Non Vebry akan pura-pura belajar bersama temannya. Tetapi yang terjadi adalah dia menyuruhku untuk memuaskan nafsu birahinya dan juga teman-temannya, Stevany, Linda, Nini, dll.
Tapi akupun senang karena selain mendapat penghasilan tambahan dari Non Vebry, akupun dapat menikmati tubuh remaja mereka yang putih mulus.
2 Responses.
lebih seru kalo 3some. kami pasutri cari teman buat 3 some atao swinger di surabaya. just for fun no money. 085210621457
enak banget….he..he 08170036317